Crayon: Dunia Penuh Warna
Insan Edukasi, salah satu kegemaran anak-anak khususnya usia TK adalah mencoret-coret atau mewarnai dengan crayon. Namun tahukah Anda, bagaimana sejarah crayon itu? Mari, ikuti kisah berikut.
Sejak tahun 1903, merk Crayola telah tumbuh menjadi salah satu merek yang paling dihargai dan dikenal oleh masyarakat pengguna. Saat ini, konsumen menyamakan merk tersebut dengan warna, kegembiraan, kualitas, dan perkembangan seluruh karakteristik yang diperkuat dengan pengembangan produk sejenis, seperti crayon, marker, pensil warna, cat, campuran model dan seni, serta produk-produk kegiatan yang digunakan di sekolah dan rumah. Merk ini melalui jalan panjang sejak 8 kotak crayon Crayola pertamanya diluncurkan tahun 1903.
Saat ini perusahaan memproduksi lebih dari 120 crayon warna yang berbeda sebagai deretan materi untuk merangsang perkembangan kreatif anak-anak. Berkat inovasi teknologi, kami menawarkan produk-produk Crayola yang berkilauan dengan kelap-kelip, berpijar dalam gelap, harum seperti bunga, warna yang berubah-ubah, bahkan dapat dicuci di tembok dan permukaan serta material-material lainnya. Kini, dunia adalah tempat yang penuh warna. Tapi tak selamanya seperti itu. Binney & Smith, perusahaan yang membuat produk-produk Crayola, memainkan peranan besar dalam mewarnai dunia. Akhir 1800-an, Biney & Smith menemukan pewarna oksida merah, yang sekarang digunakan sebagai simbol abadi Amerika - merah lumbung yang klasik!
Binney & Smith mendirikan kantor usahanya di kota New York. Kemudian mereka membeli penggilingan batu yang digerakkan oleh tenaga air sepanjang anak sungai Bushkill di Easton, Pennsylvavia, untuk memanfaatkan persediaan batu sabak di daerah itu yang besar jumlahnya. Batu sabak tersebut digunakan untuk membuat produk-produk baru perusahaan yaitu pensil-pensil batu sabak untuk sekolah!
Tak lama setelah kesuksesan peluncuran pensil batu sabaknya, perusahaan tersebut mengembangkan produk sekolah lainnya yaitu: kapur tulis. Ini bukan kapur tulis biasa, karena ini adalah kapur tulis yang tidak berdebu! Guru-guru penjuru negeri sangat menyukainya. Kenyataannya, kapur tulis tak berdebu sangat populer, bahkan memenangkan medali emas pada Pameran Dunia di St. Louis.
Sementara agen-agen Binney & Smith menunjukkan pensil-pensil baru dan kapur tulis tanpa debunya di sekolah-sekolah lokal, mereka memperhatikan kebutuhan akan kualitas yang lebih baik, yaitu crayon lilin yang terjangkau. Perusahaan dengan cepat mengubah industri crayon capnya agar dapat digunakan di sekolah. Mereka membuat crayon dengan ukuran yang lebih kecil dan menambahkan pigmen-pigmen warna pada lilin parafin. Crayon tersebut meraih kesuksesan untuk anak-anak dan guru. (ssn)






