Login

Burung Bangau, Bentuk Awal Origami

Rabu, 22 Juni 2011 14:37

Insan Edukasi, saat ini kita sudah terbiasa mengenal seni Origami, atau seni melipat kertas. Bagaimana sejarah Origami?

Kata Origami berasal dari bahasa Jepang, yakni gabungan dari kata ori yang berarti melipat, dan kami yang berarti kertas. Ketika dua kata itu digabungkan, ada perubahan sedikit yang tidak mengubah artinya, yakni dari kata kami menjadi gami, sehingga yang terjadi adalah origami, maksudnya melipat kertas.

Sejarah origami dipercaya bermula sejak manusia mulai memproduksi kertas. Kertas pertama kali diproduksi di Tiongkok (Cina) pada abad pertama, tepatnya 105 M, dan diperkenalkan oleh Ts'ai Lun. Kemudian pada abad ke-6, cara pembuatan kertas itu dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab dan Jepang (610 M) oleh seorang biksu Budha bernama Doncho (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea). Dia memperkenalkan kertas dan tinta di Jepang pada masa pemerintahan kaisar wanita Suiko.

Sejak zaman Heian (741-1191), di kalangan kaum biksu Shinto, origami dipercaya telah ada sebagai penutup botol sake pada saat upacara penyembahan, wanita, dan kanak-kanak. Saat itu, origami masih dikenal dengan istilah orikata, orisui, atau orimino. Ketika itu memotong kertas dengan menggunakan pisau diperbolehkan.

Sejak zaman Muromachi (1338-1573), penggunaan pisau untuk memotong kertas telah dihentikan. Origami kemudian berkembang menjadi suatu cara memisahkan masyarakat golongan kelas atas dan kelas bawah.

Origami terutama berkembang dengan menggunakan kertas asli Jepang yang disebut washi. Bentuk origami pada awalnya adalah burung bangau dan lipatan bentuk manusia. Kemudian seiring dengan produksi kertas yang berlimpah, menjadikan origami berkembang lebih pesat. Bentuk selanjutnya yang muncul adalah katak, balon, dan kapal, yang masih dikenal hingga kini.

Pada zaman Meiji (1868-1912), origami digunakan sebagai alat mengajar di TK dan SD. Hal ini berkat pengaruh dari ahli pendidikan Friedrich Wilhelm August Frobel (1782-1852). Ia adalah seorang pendidik Jerman pada abad ke-19. Ia menggunakan origami tradisional Eropa untuk menghasilkan bentuk geometrik. Kemudian, konsep ini dipakai secara meluas di TK-TK di Jepang.

Mulai tahun 1880, istilah origami mulai dikenal, menggantikan istilah orikata, orisui, atau orimino. Seiring berkembangnya zaman, muncullah origami modern yang diperkenalkan oleh Akira Yoshizawa di Jepang. Origami modern ini mengenal bentuk lipatan baru yang berbeda dengan bentuk lipatan klasik/tradisional dengan mengambil berbagai model realistik dari binatang, benda, atau bentuk-bentuk dekoratif. Ia memperkenalkan bentuk awal hewan berkaki empat dengan menggabungkan dua keping kertas yang berlipat. (ssn)