Mengungkap Rahasia Sejarah Times New Roman
Insan Edukasi, saya yakin Anda pasti kerap kali menggunakan font Times New Roman saat menulis makalah, karya tulis, skripsi, dan bentuk esai lainnya. Namun, sebagian besar dari Anda mungkin tidak menyadari bagaimana font Times New Roman dikembangkan dan menjadi begitu populer. Mari, kita kembali ke akhir tahun 1920-an.

Manajer iklan surat kabar Times di London mendekati Stanley Morison, seorang konsultan ilmu percetakan/tipografis di Monotype Corporation. Berniat untuk menjual beberapa ruang iklan, Times menawarkan iklannya ditata oleh penyusun huruf surat kabar tersebut. Morison sangat terhina, membalas bahwa ia dengan segera akan membayar mereka bukan untuk mengeset iklan. Berlanjut dengan komentar yang ia sampaikan menggunakan kalimat menyedihkan tentang tipografi Times dalam artikel yang sangat umum, pada dasarnya menuduh surat kabar itu telah menjadi seekor dinosaurus tipografis.
Kisah Morison membuka langkahnya ke manajemen yang lebih atas, dan akhirnya Times menantang Morison untuk menghasilkan font yang lebih baik. Dan itulah yang ia kerjakan. Tahun 1932, Times secara resmi memensiunkan font lama mereka, yaitu Times Old Roman, dan memperkenalkan Times New Roman sebagai standar baru surat kabar itu. Dirancang secara khusus agar dapat dibaca pada kertas, Times New Roman tidak memiliki sudut tajam atau bagian tebal, guna memastikan tinta tidak akan "terjebak" selama pencetakan, dan secara efektif mencegah corengan. Huruf ini juga netral dan resmi: Morison suatu ketika menyebutnya "Kebaikan dari tidak melihat seolah-olah telah dirancang oleh seseorang secara khusus."
Times New Roman terus menjadi standar untuk Times selama hampir 40 tahun, dan menikmati kepopuleran sampai akhirnya Microsoft menggabungkannya dalam Windows 3.1 di tahun 1992. Sejak itu setiap versi Windows mengusung Times New Roman sebagai salah satu pilihan otomatis untuk pengolah kata, memperkuat statusnya sebagai salah satu font yang paling terkenal di dunia.(ssn)







