Login

Tes Celup dan Baca untuk Penderita Diabetes

Rabu, 03 Agustus 2011 16:15

Insan Edukasi, penderita diabetes di Indonesia semakin banyak. Berbagai jenis tes yang mereka butuhkan untuk memantau kadar glukosa dalam darah masih terbatas, dan biasanya hanya dapat dilakukan di laboratorium. Ternyata, sejak tahun '50-an, seorang ilmuwan perempuan dari Pittsburgh telah menemukan perangkat uji tes kadar glukosa dalam darah yang dapat digunakan secara instan dan mudah. Siapakah dia?

Seorang ahli kimia pembeda dan promotor ilmu pengetahuan, Helen Murray Free menemukan sejumlah tes yang merevolusi beberapa jenis analisis di laboratorium dan diagnosis di rumah.

Free dilahirkan dengan nama Helen Mae Murray di Pittsburgh tahun 1923. Dia mengambil jurusan kimia di Universitas Wooster di Ohio (lulus Sarjana dengan predikat Cumlaude, tahun 1944), dan langsung menduduki posisi penelitian di Miles Laboratories, Inc. (pembuat Alka Seltzer) di Elkhart, Indiana. Itu mengawali karir Free selama 50 tahun lebih di bidang penelitian dan pendidikan dalam ilmu pengetahuan.

Tiga tahun setelah memulai pekerjaan di Miles, dia menikah dengan Albert Free (1947). Karena sering bekerja bersama, mereka menjadi dua ahli terkemuka di dunia pada urin analisis, suatu prosedur klinis esensial dengan aplikasi yang tak terhitung jumlahnya. Awalnya Free mengembangkan reagen kering untuk penggunaan di laboratorium urin analisis, yang sekarang dalam bentuk tablet, menjadi standar di seluruh dunia. Dia melanjutkan untuk mengembangkan perangkat yang lebih berorientasi pada konsumen. Satu hal terpenting dari hal ini adalah tes "celup dan baca", sehingga memungkinkan penderita diabetes untuk pertama kalinya dapat memantau tingkat glukosa dalam darah secara langsung dan dapat dilakukan di rumah.

Tahun 1975, Free telah mendapatkan tujuh paten untuk peningkatannya dalam bidang uji urin analisis secara medis dan klinik. Pada tahun itu, dia dan suaminya bersama-sama menulis buku kedua mereka, berjudul "Urinalisis dalam Praktek Laboratorium", yang masih menjadi standar kerja di lapangan. Sementara itu, Free terus naik posisinya di Miles Labs. Antara lain memegang posisi Manager Produk Baru dan Direktur Laboratorium Klinik Reagen, dia menjadi seorang ahli dalam hubungan publik dan profesional.

Miles akhirnya dibeli oleh Bayer, Inc.; dan selama lebih dari sepuluh tahun, Free menjadi Konsultan Hubungan Profesional di Divisi Diagnostik milik Bayer. Dia juga memperoleh gelar MA dalam Manajemen (Administrasi Perawatan Kesehatan) dari Universitas Michigan Pusat (1978), dan menjadi Asisten Profesor Manajemen di Universitas Indiana, South Bend, selama hampir 20 tahun.

Dalam peran-peran ini, dan melalui partisipasi aktifnya di asosiasi profesional (Presiden di American Association for Clinical Chemistry, 1990; Presiden di American Chemical Society [ACS], 1993), Free meraih ketenaran sebagai promotor ilmu pendidikan -- dalam arti mendidik masyarakat tentang nilai ilmu pengetahuan, seperti halnya mendidik calon ilmuwan. Free telah mengabdikan diri pada perhatian khususnya untuk pelajar perempuan dan tidak mampu, melalui beberapa program, seperti "Anak-anak dan Kimia" serta "Memperluas Wawasan".

Helen Murray Free telah memenangkan berbagai penghargaan untuk karyanya, termasuk ACS' Garvan Medal (1980), South Bend YWCA's Woman of the Year Award (1993), dan Kilby Award (1996). Bahkan, ACS menciptakan Helen M. Free Public Outreach Award untuk menghormatinya (1995). (ssn)